Selasa, Oktober 09, 2012
6

Peranan komputer Sebagai Sistem Informasi
               Peranan komputer saat ini sangat penting, salah satunya pada perusahaan atau instansi dalam kaitannya untuk memperoleh informasi dengan cepat. Sebagai sarana untuk memberikan informasi, komputer memberikan pengaruh yang cukup besar dalam penghematan dan efisiensi waktu. Dengan semakin kompleknya masalah yang ada di perusahaan, salah satunya berkaitan dengan sistem penjualan. Peranan komputer semakin nyata manfaatnya dan memberikan banyak kemudahan terutama bagi penggunanya.

               Persaingan yang ketat dalam dunia usaha memaksa setiap perusahaan harus memaksimalkan kemampuan yang mereka miliki, sehingga mampu bersaing dengan perusahaan lain tanpa melupakan tujuan yang telah direncanakan. Untuk itu sistem penjualan merupakan salah satu faktor yang mempunyai andil yang tidak kalah penting dengan bagian lain yang ada pada perusahaan.

               Tidaklah efisien dan tidak mungkin jika pengelolaan penjualan dilakukan secara manual, oleh karena itu diperlukan suatu aplikasi yang dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut yang berbantuan komputer. Dengan demikian pengelolaan penjualan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan informasi yang dihasilkanpun cepat dan akurat. Sebesar apapun perusahaan dan sebanyak apapun pesanan pelanggan, tidak akan menjadi masalah besar dalam pengelolaannya jika memanfaatkan suatu aplikasi perangkat lunak yang dapat memenuhi kebutuhan sistem.

Nilai Informasi
Jogiyanto (2000: 11) mengemukakan bahwa nilai informasi ditentukan dari dua hal yaitu manfaat dan biaya. Suatu informasi dikatakan bernilai apabila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Sebagian besar informasi dinikmati oleh lebih dari satu pihak sehingga sulit untuk menghubungkan suatu informasi dengan biaya untuk memperolehnya dan sebagian besar informasi tidak dapat ditaksirkan keuntungannya dengan satuan uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.

Tata Sutabri (2003: 27) berpendapat bahwa nilai informasi tidak mudah untuk dinyatakan dengan ukuran yang bersifat kuantitatif. Namun, nilai informasi dapat dijelaskan menurut skala relatif. Misalnya, jika suatu informasi dapat menghasilkan hal yang mengurangi ketidakpastian bagi pengambilan keputusan, maka nilai informasinya tinggi. Sebaliknya, jika suatu informasi kurang memberikan relevansi bagi pengambilan keputusan, informasi tersebut dikatakan kurang bernilai atau informasinya rendah (Abdul Kadir, 2003: 31).

Implementasi Sistem
Model Implementasi

               Suatu sistem yang dirancang secara buruk tampaknya tidak dapat dipakai. Pengguna berbagai kelompok umur dan pengalaman dengan komputer masa lalu mungkin memberikan dampak pada penggunaan sistem. Dukungan organisator harus mengacu pada tindakan yang membuat suatu sistem mudah untuk digunakan sebagai contoh, para pengguna yang sudah mau menggunakan sistem itu meningkatkan keinginannya untuk mengakses sistem; jika seorang pemakai harus meninggalkan kantor kemudian menemukan prekuensi pemakaian PC lebih jarang dibanding ketika PC itu ditempatkan prtama kali; suatu model menyatakan bahwa tingkat keguanaan paling tinggi memberikan kepuasan tingkat tinggi dan sebaliknya. Bila penggunaannya rendah maka kepuasannyapun rendah pula, tingkat kepuasan tinggi pada suatu sistem mungkin dapat dipakai untuk meningkatkan prekuensi penggunaan.

                Walaupun tidak ada bukti kuat, penggunaan teknologi itu jelas berhubungan dengan individu maupun tujuan yang sudah dipastikan dalam kejadian tertentu. Hubungan ini nampaknya akan kompleks. Sebagai contoh, satu studi menemukan bahwa tingginya frekuensi transaksi penjualan mengangkat wakilnya untuk menggunakan sistem keluaran yang akan bekerja bersama para pembeli di dalam suatu toko untuk menggambarkan order dari luar. Low-Perfoming wakil penjualan juga menggunakan keluaran sistem, tetapi mereka memusatkan perhatiannya pada informasi untuk memantau transaksi kalau-kalau terjadi kesalahan. Beberapa perusahaan dalam bidang teknologi nampak telah melakukan pengurangan biaya-biaya atau meningkatkan pendapatan. Untuk mencari hubungan sebab akibat dalam situasi sperti itu sangat rumit karena variabelnya pada suatu waktu bisa berubah-ubah.

Proses Implementasi

        Riset uraikan di atas sukses dengan variabel atau faktor yang adalah pikir untuk dihubungkan dengan implementasi sukses. Ada juga suatu sekolah atau institusi yang mempunyai pikiran menekankan proses implementasi sebagai faktor penentu suksesnya implementasi. Proses Implementasi mengacu pada hubungan antar individu dalam keterlibatannya mengembangkan suatu sstem. Suatu proses model mungkin memperhatikan berbagai langkah selama implementasi berjalan dan menguraikan bagaimana cara yang berbeda dapat bekerja sama melakukan langkah-langkah ini.

        Dalam memahami yang tersirat, bagaimanapun, kita dapat lihat kebutuhan untuk berkonsentrasi pada hubungan antar para perancang dan para pemakai. Sepanjang tahap awal, individu melibatkan diri dan sistem harus mengembangkan kepercayaan dalam wewenang dan sasaran hasil lain. Para perancang harus ingin membantu para pemakai, dan para pemakai harus berkeinginan meluangkan waktu untuk bekerjasama dengan para perancang sebagai bagian dari mereka. Jika mereka tidak dilibatkan dalam pembangan suatu hubungan ccperative tetapi sebagai gantinya menjadi adversarial, sistem dihukum.


Strategi Implementasi

               Kita memerlukan suatu strategi implementasi yang mempertimbangkan proses yang rumit untuk menghasilkan rancangan suatu sistem informasi seperti halnya faktor yang dapat mengantar kepada kesuksesan. Kita juga memandang disain sistim sebagai perubahan yang direncanakan pada aktivitas di dalam organisasi. Kita menyatakan lebih awal yang th ereason untuk mengembang;kan suatu sistem informasi baru adalah untuk menciptakan perubahan. Ketidak puasan dengan hadiah situasi merangsang pengembangan suatu sistem informasi baru. Sebagai alternatif, seorang pemakai harus melihat bagaimana teknologi baru dapat digunakan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kompetitif perusahaan .

Implementasi
Sistem telah dianalisis dan didesain secara rinci dan teknologi telah diseleksi dan
dipilih. Tiba saatnya sekarang sistem untuk diimplementasikan. Tahap implementasi sistem
dapat terdiri dari langkah – langkah sebagai berikut ini :
1. Menerapkan rencana implementasi.
2. Melakukan kegiatan implementasi.
3. Tindak lanjut implementasi
Konsep siklus hidup mempunyai implikasi bahwa setiap proyek pengembangan system harus dibagi dalam tahap – tahap berbeda dengan titik pengendalian manajemen yang formal diletakkan diantara tahap – tahap. Prinsip pengendalian dasar adalah setiap tahap harus menghasilkan dokumentasi secara formal ditelaah dan disetujui sebelum memulaitahap berikutnya dari siklus hidup proyek.

6 komentar:

  1. Thank's :)
    sangat bermanfaat..

    BalasHapus
  2. Online courses is a means of learning which is more efficient in comparison with direct learning. In addition, we can minimize the distance and time that would be wasted in vain. Online Learning online courses or online it is suitable for those of you who do not have time to study or a course directly to the campus, schools, and places of course. If you want to try online learning or online courses you do not have to wonder anymore where to go and where a good place to learn this online. I recommend you to try an online course well-known in Indonesia, Kursus Online which has the best quality and experienced teachers that Smart Schools which can be accessed through the site

    BalasHapus
  3. Terima kasih teman atas pencerahannya, senang sekali bisa ada disini semoga sukses selalu ya... :0


    Undangan Pernikahan - Interior Rumah - Tas Murah - Seo Google

    BalasHapus